
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihMu yang semula (Wahyu 2:4)
Bacaan: Wahyu 2:1-7
Apakah hari ini anda mengalami bahwa Tuhan terasa amat jauh? Mungkin kita tetap berada pada semua kesibukan kita baik itu ibadah, pelayanan bahkan doa-doa kita tetapi tanpa merasakan apapun seperti yang kita alami sejak mula kasih kita dengan Tuhan. Semangat kita mulai kendor, dan kasih kita kepada Tuhan memudar. Beberapa orang mungkin menyimpulkan, "Saya kurang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka saya kehilangan kasih Tuhan." Mungkin persoalan seperti inilah yang sering kita alami dan mungkin hari inipun kita sedang mengalaminya. Yang perlu kita sadari adalah bahwa kasih Tuhan adalah kasih yang kekal bahkan ketika kasih kita kepadaNya mulai pudarpun Dia tetap setia.
Jemaat di Efesus mengalami persoalan yang sama, itu sebabnya Tuhan menegur dengan keras dengan maksud agar mereka kembali mengalami kasih Tuhan. Yang sebenarnya terjadi adalah kita telah meninggalkan kasih dan bukan kehilangan kasih. Ada perbedaan antara meninggalkan dan kehilangan. Jika kita meninggalkan sebuah barang maka kita tahu dimana barang itu diletakkan, tetapi jika kita telah kehilangan maka kita tidak tahu lagi kemana harus mencari. Dan jemaat Efesus telah meninggalkan kasih yang semula, Tuhan sangan mengasihi mereka dan menginginkan agar mereka kembali kepada kasihNya dan bukan kepada yang lain.
Jawaban yang sama untuk menjawab masalah kita adalah kembalilah kepada kasih Tuhan. Periksa kembali hidup kita, mungkin ada bagian-bagian kasih kita yang tidak lagi kita berikan kepada Tuhan tetapi kepada hal-hal lain. Mungkin kasih kita seudah kita arahkan dengan kebanggaan akan karunia yang kita miliki, dengan talenta, atau dengan kesibukan pelayanan kita, atau motif yang sudah kita arahkan kepada diri sendiri. Yang berarti kita sudah meninggalkan kasih kita kepada Tuhan! Inisiatif kasih selalu dimulai dari Tuhan! Ia demikian mengasihi kita hanya terkadang kita mulai meninggalkannya sehingga kita tidak lagi merasakan kasih Tuhan. Peganglah janji Tuhan ini: Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan (Mazmur 145:18). Mari nikmati kembali hubungan yang dekat dengan Tuhan dan nikmati kasihNya.
(Renungan Harian Plus Cakrawala, Berkat & Kutuk, Ed.Januari 2004)
Selasa, Juni 10, 2008
Kehilangan Kasih ?
Diposting oleh Sunday Morning 0 komentar
Label: Saat Teduh
Senin, Juni 09, 2008
Barbie

Bulan April 2002 lalu, boneka Barbie baru saja "dirundung duka" Boneka Barbie harus berpisah dengan penciptanya, Ruth Handler, yang meninggal di usia 85 tahun. Ruth adalah "ibu" dari boneka Barbie yang terkenal di seantero jagat ini. Ruth awalnya terinspirasi oleh kebiasaan anaknya, Barbara, yang suka berteman dengan gambar guntingan wanita dewasa. Dari sanalah, Ruth meyakini, bahwa ada sesuatu yang dicari anak-anak daripada sekedar menjadi ibu-ibuan dari boneka.
Ia pun mencoba menciptakan sebuah boneka cantik yang bajunya bisa dibongkar-pasang dalam berbagai mode. Barbie untuk pertama kalinya diperkenalkan di American Toy Fair pada tahun 1959. Barbie pun jadi trend yang amat fenomenal. Hampir 90 persen wanita AS memiliki satu dari sekian koleksi Barbie. Bahkan, harganyapun bisa mencapai jutaan rupiah.
Ruth lahir di Denver, Colorado. Ia adalah bungsu dari sepuluh bersaudara keluarga imigran Yahudi. Di usia 19 tahun, ia pindah ke Hollywood dan menikah dengan sobat kecilnya, Elliot Handler. Pasangan inilah yang kemudian mendirikan Mattel Inc. bersama seorang rekannya, Harold Matson, pada tahun 1942. Sampai saat ini, perusahaannya telah menjual lebih dari milyaran boneka di 150 negara.
Diposting oleh Sunday Morning 0 komentar
Label: Tahukah Anda ?
Memberi Pengampunan

Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. (Yohanes 8:11)
Bacaan: Yohanes 8:2-11
Salah satu bukti seorang yang hidup dalam kasih adalah hati tidak melihat kesalahan orang lain dan hati yang mengampuni. Sifat dasar manusia yang paling menonjol adalah suka melihat bentuk kesalahan sekecil apapun itu dan suka mengkritik.
Ada sebuah ilustrasi yang mudah untuk menggambarkan hal ini. Seorang pendeta dalam ilustrasinya menunjukkan selembar kain putih bersih yang sebelumnya ia telah membuat sebuah titik kecil didalamnya. Kemudian pendeta itu bertanya, "Amatilah kain putih ini, coba periksa apa yang anda lihat?" Seluruh jemaat mencoba mencari hal-hal apa yang ada di kain putih itu. Kemudian hampir bersamaan mereka menjawab. "Kami melihat ada sebuah titik hitam kecil di dalamnya!"
Ini menunjukkan betapa manusia selalu dapat melihat titik sekecil apapun disebuah lembaran kain yang besar. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa orang tidak melihat yang bagian putihnya? Saya ingin mengajak anda untuk mengaplikasikan kondisi ini dalam kehidupan kita. Mengapa kita susah sekali memiliki hati untuk mengampuni seseorang lebih dikarenakan kita selalu melihat titik kesalahan tanpa benar-benar menghapus titik itu dari kehidupannya.
Coba perhatikan bagaimana cara Yesus melihat pribadi seorang yang berdosa. Yesus sedang memberikan kepada kita sebuah teladan bagaimana menerapkan kasih yang mengampuni seseorang. Yesus ingin menunjukkan bahwa kasihNya dinyatakan dengan menutupi kesalahan, tidak mencari kesalahan, menghibur dan memulihkan kehidupannya. Sama seperti melihat warna putihnya. Itu sebabnya Ia benar-benar mampu mengasihi seburuk apapun dosa yang telah dilakukannya. Karya terbesar Yesus adalah kematianNya dikayu salib membuktikan bahwa kasihNya kepada kita orang berdosa sehingga kita menerima pemulihan.
Allah kita adalah kasih. Jika Dia berdiam dalam hidup kita seharusnya kita hidup sama seperti Dia. Ketika mendapati seorang berdosa, kita tetap menunjukkan pribadi yang tidak menghakimi, tetapi memberikan pengampunan.
"Pengampunan itu akan benar-benar terjadi ketika kita tidak melihat kesalahannya tetapi pribadi yang dapat dipulihkan"
(Renungan Harian Plus Cakrawala, Berkat & Kutuk, Ed.Januari 2004)
Diposting oleh Sunday Morning 0 komentar
Label: Saat Teduh
Sabtu, Juni 07, 2008
Kisah Bahtera Nabi Nuh versi Sumeria

Kisah bahtera Nabi Nuh yang dikenal dalam agama Kristen, Islam dan Yahudi, ternyata memiliki versi lain. Orang-orang Sumeria yang hidup di Irak di masa kuno, mengenal cerita yang disebut Kisah Gilgamesh.
Nuh dalam versi mereka bernama "Utnaphishtim", yang juga mendapat perintah secara supernatural untuk membangun bahtera agar dapat menyelamatkan diri dari banjir raksasa.
Dalam cerita versi Sumeria ini juga terdapat hal yang sama dengan Nuh. "Utnaphishtim" melepas burung untuk mengetahui apakah banjir telah surut atau belum, persis seperti yang dilakukan oleh nabi Nuh
Diposting oleh Sunday Morning 0 komentar
Label: Tahukah Anda ?
Dapat Dipercaya

Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf... (Kejadian 39:5)
Bacaan: 39:1-6
Ketika saya merenungkan kisah Yusuf yang tertulis dalam Kejadian 39, saya dapat menyimpulkan bahwa ketika Yusuf hidup dalam penyertaan Tuhan, maka apapun yang dikerjakannya menjadi berhasil, sekalipun ia berada di tengah-tengah orang kafir. Dan lebih luar biasa lagi adalah kehidupan. Yusuf mampu menarik berkat Allah turun atas tempat dimana ia bekerja. Saya menemukan ada beberapa hal yang menjadikan mengapa Yusuf disertai oleh Tuhan sehingga ia menjadi seorang yang berhasil.
Pertama, Yusuf mengerti panggilan Allah atas hidupnya.Yusuf menyadari benar bahwa tidak mudah hidup dan bekerja di tengah lingkungan kafir. Mungkin jika ia bisa memilih, ia lebih suka pergi jauh-jauh dari tempat itu. Tetapi yang menjadikan Yusuf bertahan karena ia tahu bahwa ini adalah rencana dan panggilah ALlah bagi hidupnya. Ia percaya jika ALlah yang panggil maka Dia juga yang bertanggung jawab.
Kedua, Yusuf seorang yang setia dalam perkara kecil sekalipun itu adalah pekerjaan yang sulit. Yusuf diuji dalam pekerjaannya dan sikap tunduknya kepada tuannya. Yusuf tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, ia tetap setia untuk mengerjakannya.
Ketiga, Yusuf seorang yang dapat dipercaya. Kesetiaan dan tanggung jawabnya dalam bekerja menjadikan tuannya menaruh kasih kepadanya sehingga ia dipercaya hal yang lebih besar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika seseorang punya keputusan untuk taat dengan panggilan Allah, setia dalam perkara kecil, dan dapat dipercaya maka hidupnya diberkati Allah luar biasa.
Bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita mengerti dengan panggilan Allah atas hidup kita? Sudahkah kita setia dengan pekerjaan kita? Apakah hidup kita dapat dipercaya?
Mungkin hari ini kita sudah terlalu bosan dan tertekan karena berada disebuah lingkungan kerja yang tidak nyaman, atasan yang tidak menyenangkan, pekerjaan yang berat, dsb. Tetapi apakah hal-hal itu menghalangi berkat Allah? Ya! Jika kita kompromi dengan "kedagingan" kita dan menghancurkan rencana Allah. Tetapi tidak! Ketika kita percaya bahwa Allah tetap menyertai kita, tahu bahwa panggilan Allah ada maksud mulia, tetap setia dengan pekerjaan yang diberikan kepada kita dan menjadi seorang yang mampu dipercaya oleh orang lain. Kehendak Allah adalah supaya kita menjadi berkat bagi tempat dimana kita berada.
(Renungan Harian Plus Cakrawala, Berkat & Kutuk, Ed.Januari 2004)
Diposting oleh Sunday Morning 0 komentar
Label: Saat Teduh