Senin, Juni 09, 2008

Barbie


Bulan April 2002 lalu, boneka Barbie baru saja "dirundung duka" Boneka Barbie harus berpisah dengan penciptanya, Ruth Handler, yang meninggal di usia 85 tahun. Ruth adalah "ibu" dari boneka Barbie yang terkenal di seantero jagat ini. Ruth awalnya terinspirasi oleh kebiasaan anaknya, Barbara, yang suka berteman dengan gambar guntingan wanita dewasa. Dari sanalah, Ruth meyakini, bahwa ada sesuatu yang dicari anak-anak daripada sekedar menjadi ibu-ibuan dari boneka.

Ia pun mencoba menciptakan sebuah boneka cantik yang bajunya bisa dibongkar-pasang dalam berbagai mode. Barbie untuk pertama kalinya diperkenalkan di American Toy Fair pada tahun 1959. Barbie pun jadi trend yang amat fenomenal. Hampir 90 persen wanita AS memiliki satu dari sekian koleksi Barbie. Bahkan, harganyapun bisa mencapai jutaan rupiah.
Ruth lahir di Denver, Colorado. Ia adalah bungsu dari sepuluh bersaudara keluarga imigran Yahudi. Di usia 19 tahun, ia pindah ke Hollywood dan menikah dengan sobat kecilnya, Elliot Handler. Pasangan inilah yang kemudian mendirikan Mattel Inc. bersama seorang rekannya, Harold Matson, pada tahun 1942. Sampai saat ini, perusahaannya telah menjual lebih dari milyaran boneka di 150 negara.

[+/-] Selengkapnya...

Memberi Pengampunan


Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. (Yohanes 8:11)
Bacaan: Yohanes 8:2-11

Salah satu bukti seorang yang hidup dalam kasih adalah hati tidak melihat kesalahan orang lain dan hati yang mengampuni. Sifat dasar manusia yang paling menonjol adalah suka melihat bentuk kesalahan sekecil apapun itu dan suka mengkritik.
Ada sebuah ilustrasi yang mudah untuk menggambarkan hal ini. Seorang pendeta dalam ilustrasinya menunjukkan selembar kain putih bersih yang sebelumnya ia telah membuat sebuah titik kecil didalamnya. Kemudian pendeta itu bertanya, "Amatilah kain putih ini, coba periksa apa yang anda lihat?" Seluruh jemaat mencoba mencari hal-hal apa yang ada di kain putih itu. Kemudian hampir bersamaan mereka menjawab. "Kami melihat ada sebuah titik hitam kecil di dalamnya!"
Ini menunjukkan betapa manusia selalu dapat melihat titik sekecil apapun disebuah lembaran kain yang besar. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa orang tidak melihat yang bagian putihnya? Saya ingin mengajak anda untuk mengaplikasikan kondisi ini dalam kehidupan kita. Mengapa kita susah sekali memiliki hati untuk mengampuni seseorang lebih dikarenakan kita selalu melihat titik kesalahan tanpa benar-benar menghapus titik itu dari kehidupannya.

Coba perhatikan bagaimana cara Yesus melihat pribadi seorang yang berdosa. Yesus sedang memberikan kepada kita sebuah teladan bagaimana menerapkan kasih yang mengampuni seseorang. Yesus ingin menunjukkan bahwa kasihNya dinyatakan dengan menutupi kesalahan, tidak mencari kesalahan, menghibur dan memulihkan kehidupannya. Sama seperti melihat warna putihnya. Itu sebabnya Ia benar-benar mampu mengasihi seburuk apapun dosa yang telah dilakukannya. Karya terbesar Yesus adalah kematianNya dikayu salib membuktikan bahwa kasihNya kepada kita orang berdosa sehingga kita menerima pemulihan.
Allah kita adalah kasih. Jika Dia berdiam dalam hidup kita seharusnya kita hidup sama seperti Dia. Ketika mendapati seorang berdosa, kita tetap menunjukkan pribadi yang tidak menghakimi, tetapi memberikan pengampunan.

"Pengampunan itu akan benar-benar terjadi ketika kita tidak melihat kesalahannya tetapi pribadi yang dapat dipulihkan"

(Renungan Harian Plus Cakrawala, Berkat & Kutuk, Ed.Januari 2004)

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, Juni 07, 2008

Kisah Bahtera Nabi Nuh versi Sumeria


Kisah bahtera Nabi Nuh yang dikenal dalam agama Kristen, Islam dan Yahudi, ternyata memiliki versi lain. Orang-orang Sumeria yang hidup di Irak di masa kuno, mengenal cerita yang disebut Kisah Gilgamesh.
Nuh dalam versi mereka bernama "Utnaphishtim", yang juga mendapat perintah secara supernatural untuk membangun bahtera agar dapat menyelamatkan diri dari banjir raksasa.
Dalam cerita versi Sumeria ini juga terdapat hal yang sama dengan Nuh. "Utnaphishtim" melepas burung untuk mengetahui apakah banjir telah surut atau belum, persis seperti yang dilakukan oleh nabi Nuh

[+/-] Selengkapnya...

Dapat Dipercaya


Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf... (Kejadian 39:5)
Bacaan: 39:1-6

Ketika saya merenungkan kisah Yusuf yang tertulis dalam Kejadian 39, saya dapat menyimpulkan bahwa ketika Yusuf hidup dalam penyertaan Tuhan, maka apapun yang dikerjakannya menjadi berhasil, sekalipun ia berada di tengah-tengah orang kafir. Dan lebih luar biasa lagi adalah kehidupan. Yusuf mampu menarik berkat Allah turun atas tempat dimana ia bekerja. Saya menemukan ada beberapa hal yang menjadikan mengapa Yusuf disertai oleh Tuhan sehingga ia menjadi seorang yang berhasil.

Pertama, Yusuf mengerti panggilan Allah atas hidupnya.Yusuf menyadari benar bahwa tidak mudah hidup dan bekerja di tengah lingkungan kafir. Mungkin jika ia bisa memilih, ia lebih suka pergi jauh-jauh dari tempat itu. Tetapi yang menjadikan Yusuf bertahan karena ia tahu bahwa ini adalah rencana dan panggilah ALlah bagi hidupnya. Ia percaya jika ALlah yang panggil maka Dia juga yang bertanggung jawab.
Kedua, Yusuf seorang yang setia dalam perkara kecil sekalipun itu adalah pekerjaan yang sulit. Yusuf diuji dalam pekerjaannya dan sikap tunduknya kepada tuannya. Yusuf tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, ia tetap setia untuk mengerjakannya.
Ketiga, Yusuf seorang yang dapat dipercaya. Kesetiaan dan tanggung jawabnya dalam bekerja menjadikan tuannya menaruh kasih kepadanya sehingga ia dipercaya hal yang lebih besar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika seseorang punya keputusan untuk taat dengan panggilan Allah, setia dalam perkara kecil, dan dapat dipercaya maka hidupnya diberkati Allah luar biasa.
Bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita mengerti dengan panggilan Allah atas hidup kita? Sudahkah kita setia dengan pekerjaan kita? Apakah hidup kita dapat dipercaya?
Mungkin hari ini kita sudah terlalu bosan dan tertekan karena berada disebuah lingkungan kerja yang tidak nyaman, atasan yang tidak menyenangkan, pekerjaan yang berat, dsb. Tetapi apakah hal-hal itu menghalangi berkat Allah? Ya! Jika kita kompromi dengan "kedagingan" kita dan menghancurkan rencana Allah. Tetapi tidak! Ketika kita percaya bahwa Allah tetap menyertai kita, tahu bahwa panggilan Allah ada maksud mulia, tetap setia dengan pekerjaan yang diberikan kepada kita dan menjadi seorang yang mampu dipercaya oleh orang lain. Kehendak Allah adalah supaya kita menjadi berkat bagi tempat dimana kita berada.

(Renungan Harian Plus Cakrawala, Berkat & Kutuk, Ed.Januari 2004)

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, Juni 06, 2008

Wiper (Pembersih kaca mobil)


Jika saja Mary Anderson tidak terciprat air hujan dalam perjalanannya ke kota New York pada tahun1903 mungkin wiper kaca mobil tidak akan pernah ada. Mary Anderson membuat wiper yang digerakkan tangan dari dalam mobil, tujuannya agar sang pengemudi masih bisa melihat jelas jalanan ketika hujan maupun turun salju. Berkat temuannya, seluruh mobil di tahun 1916 sudah memiliki wiper dan terbebas dari kesulitan jarak pandang ketika hujan dan turun salju.

[+/-] Selengkapnya...